Berkata Baik

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rosulullah SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia menghormati tetangganya, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia menghormati tamunya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dari hadis ini kita disuruh untuk selalu berkata yang baik dan menghormati saudara, tetangga, dan tamu. Kalaupun karakter jelek itu sudah telanjur melekat pada diri kita, atau istilahnya karakter turunan dan sulit untuk mengubahnya, maka lebih baik diam daripada lidah ini setiap berkata bakal menyakiti perasaan orang lain. Kalau memang ini masalah karakter bawaan pun kita harus introspeksi/muhasabah pada diri sendiri, apakah kita sudah menadaburi Alquran, karena Alquran diturunkan untuk mengubah karakter manusia.

Masalah menjaga perasaan ini Rasulullah SAW menjadikan itu sebagai salah satu prasyarat muslim sejati. Rasulullah SAW mengatakan bahwa yang disebut muslim adalah orang yang mulut dan tangannya membuat orang lain merasa damai. Kata-katanya tidak menyakiti dan perilakunya tidak melukai.

Dua-duanya menjadi satu kesatuan untuk membentuk karakter muslim sejati. Kata-kata bijak sesorang akan menjadi omong kosong jika perilakunya meresahkan, dan perilaku mulia akan sia-sia jika kata-katanya menyakitkan.

Allah mengingatkan, “Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut nyebut dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (Q.S. Al-Baqarah (2) : 264).

Karena itu, muslim sejati adalah orang yang selalu membawa rasa aman dengan apa pun yang ada pada dirinya, dan bagi siapa pun yang ada di sekelilingnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka ketika maut datang menjemputnya, hendaklah dia dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir, memperlakukan orang lain sebagaimana pula dirinya ingin diperlakukan demikian.” (H.R. Muslim dan Na-sa’i).

Semoga dengan menghindari sifat-sifat jelek di atas akan tercipta suasana saling harga menghargai, hormat-menghormati, dan saling mencintai sesama muslim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s