Terimalah Takdir Anda!

Ujang Rohendi. Mungkin di antara kita mengernyitkan dahi, tak kenal nama seperti itu. Di Lingkungan kota Jatinangor pun namanya mungkin tidak ada yang mengerti. Tetapi sesampainyanya di Wilayah kaki gunung manglayang, sekitar daerah Dusun Salam, Narongtong, Nanggewer, dan daerah Sindangsari namanya dikenal sebagai ajengan. Ajengan atau lebih dikenal dengan tokoh ulama.

Jangan pernah mengira, Ajengan identik dengan mobil mewah karena ceramahnya dari rumah ke rumah, rumah bak hotel bintang lima, karena justru yang kita temui adalah kesederhanaan masyarakat desa. Tapi jangan ditanya perjuangannya untuk syariat islam. Salah satu pelajaran penting bagi saya darinya adalah terkait “Kaget”. Nasihatnya cukup menarik ketika ia menjelaskan hadits yaitu:

 

Imam Muslim meriwayatkan dari Abû Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:

Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan

kembali terasing sebagaimana mulainya, maka berbahagialah

orang-orang yang terasing tersebut.

 

Sebagaimana asalnya, keberadaan islam sebagai agama di mekkah pun menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat Quraisy kala itu. “Kaget” dating sebuah ajaran yang melarang mereka untuk menyembah latta dan uzza, melarang mereka pula untuk berlaku curang, melarang juga kepada mereka untuk menetapkan aturan mereka sendiri, yang berakibat permusuhan tokoh-tokoh QUraisy dan kebencian sebagian besar masyarakat Quraisy kepada Rasulullah saw dan kaum muslim.

 

Dan contoh para penguasa Quraisy itu adalah pemimpin kita saat ini. Mereka tahu apa itu islam, bagaimana paripurnanya islam, tetapi karena “Comfort zone” dan haus kekuasaan mereka mencoba menyingkirkannya dan enggan menggunakannya karena “khawatir” di jauhi rakyatnya. Sementara sebagian masyarakat saat ini menolaknya, karena mereka sudah nyaman dengan kondisi yang ada. “cuci otak” bertahun-tahun sehingga tatkala ide islam datang, seketika itu pula banyak yang menolaknya. PEnyebab adalah kita telah dibuat frame tentang kondisi saat ini.

 

“Saya pun kaget, tatkala datang informasi tentang islam kaffah ini,”terang sang ustadz kepada saya.

“Jadi yang muda-muda ini, harus sabar,sabar dan sabar.”

“Kita belum tahu kapan syariat islam ini tegak sempurna, nah oleh karena itu sabar. Karena kalau tidak sabar, ya sudah kita akan jadi nggak “kaget” lagi.”

 

Sahabat-sahabat, terimlah takdir anda sebagai Khoiru Ummah. Ambil langkah spekulasi, dengan menjadi orang-orang asing di tengah-tengah peradaban sampah saat ini. Masa depan anda dan islam, bukan ditentukan oleh orang lain, tetapi oleh anda sendiri. Anda adalah bagian dari perubahan saat ini.

 

Terimalah Khilafah, bukan Nasionalisme Indonesia. Lihat, mengapa dengan mudahnya kita melihat bangsa eropa menyatu dalam Uni Eropanya sedangkan negeri-negeri muslim yang harusnya kita bersatu dalam Khilafah kita tolak dengan alas an bahwa kita beraneka ragam dan berbeda Negara. Kawan, mereka tidak ingin melihat kita bangkit, Sadarlah itu. Oleh karena itu, marilah kita sambut takdir terbaik kita sebagai Ummat terbaik dengan mengejar dan meraihnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s