Senyawa Karbon (III): Reaksi Identifikasi Aldehida (Alkanal) dan Keton (Alkanon)

Reaksi oksidasi dapat digunakan sebagai reaksi identifikasi untuk membedakan gugus aldehida/alkanal ( – CHO) dan keton/alkanon (- CO -). Aldehida adalah reduktor kuat yang dapat bereaksi dengan oksidator lemah seperti larutan Fehling dan larutan Tollens. Sedangkan keton/alkanon adalah reduktor lemah yang tidak dapat mengoksidasi larutan fehling dan larutan tollens. 

Berikut ini adalah reaksi identifikasi aldehida dengan larutan fehling dan larutan tollens untuk membedakkannya dengan isomer fungsinya yaitu keton.

Larutan Fehling

Larutan fehling adalah larutan basa bewarna biru tua. Larutan fehling dibuat dari Cu(II) sulfat dalam larutan basa yang mengandung garam Rochelle, sehingga diperoleh ion kompleks Cu(II) tartrat.

Rekasinya adalah sebagai berikut:

Jika terbentuk endapan merah bata Cu2O, berarti aldehida/alkanal telah mereduksi ion Cu2+ dalam ion kompleks Cu(II) menjadi Cu+ dalam Cu2O

Larutan Tollens

Larutan tollens dibuat dengan mencampur NaOH, AgNO3, dan NH3 sehingga terbentuk ion kompleks [Ag(NH3)2]+. Reaksinya adalah sebagai berikut:

Ion kompleks [Ag(NH3)2]+ direduksi oleh aldehida/alkanal menjadi Ag, membentuk endapan Ag menyerupai cermin perak pada dinding tabung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s