Tata Nama Senyawa (I): Tata Nama Senyawa Asam dan Basa

Asam basa merupakan dua larutan yang menghasilkan ion jika dilarutkan dalam air (Asam Basa Arrhenius). Dikatakan asam jika larutan tersebut menghasilkan ion H+ dan sisa asamnya berupa non logam.

HA –> H+ + A (A merupakan sisa asam/non logam).

Sedangkan basa merukapakan larutan yang menghasilkan ion OH dan sisa basanya berupa logam (golongan IA, IIA, Al dan Fe).

BOH –> B+ + OH (B+ merupakan sisa basa/logam).

Materi lengkap tentang asam basa dapat Anda download di sini. Persamaan reaksi asam basa dapat di lihat di sini.

Penamaan Senyawa Asam

Secara umum, senyawa asam dapat dikelompokkan menjadi tiga:

  1. Senyawa asam yang tidak mengandung oksigen; penamaannya cukup dengan menuliskan kata “asam” lalu diikuti oleh anion/sisa asam dengan akhiran “-ida”
  2. Senyawa asam yang mengandung oksigen; tidak ada aturan baku dalam penamaan jenis asam yang satu ini, hanya tergantung pada jenis anionnya.
  3. Senyawa asam oksihalogen yaitu senyawa asam halida yang mengandung oksigen; penamannya tergantung dari jumlah biloks halogennya:

Biloks +1 : asam hipohalit {trivial} atau asam halat (I) {IUPAC}
Biloks +3 : asam halit {trivial} atau asam halat (III) {IUPAC}
Biloks +5 : asam halat {trivial} atau asam halat (V) {IUPAC}
Biloks +7 : asam perhalat {trivial} atau asam halat (VII) {IUPAC}
Ganti suku kata “hal” pada kedua metode tata nama di atas dengan nama halogennya (klor untuk Cl, brom untuk Br, iod untuk I). Fluor F tidak memembentuk asam oksihalogen karena paling elektronegatif dengan kata lain hanya mempunyai satu bilangan oksidasi yaitu -1.

Contoh tata nama senyawa asam.
1. Senyawa asam yang tidak mengandung oksigen
HCl : asam clorida
HBr : asam bromida
HCN : asam sianida
H2S : asam sulfida
H2F : asam fluorida

2. Senyawa asam yang mengandung oksigenHNO3 : asam nitrat (anion berupa ion nitrat NO3)
H2CO3 : asam karbonat (anion berupa ion karbonat CO32-)
H2SO4 : asam sulfat (anion berupa ion sufat SO42-)
H2CrO4 : asam kromat (anion berupa ion kromat CrO42-)
H3PO4 : asam fosfat (anion berupa ion fosfat PO43-)

3. Senyawa asam oksihalogen
Asam dengan biloks +1 :
HClO : Asam hipoklorit {trivial} atau asam klorat (I)
HBrO : asam hipobromit {trivial} atau asam bromat (I)
Asam dengan biloks +3 :
HClO2 : asam klorit {trivial} atau asam klorat (III)
Asam dengan biloks +5 :
HClO3 : asam klorat {trivial} atau asam klorat (V)
HIO3 : asam iodat {trivial} atau asam iodat (V)
Asam dengan biloks +7 :
HClO4 : asam perklorat {trivial} atau asam klorat (VII)
HBrO4 : asam perbromat {trivial} atau asam bromat (VII)

Penamaan Senyawa Basa

Penamaan senyawa basa dengan menyebutkan nama kation/ion logam terlebih dahulu lalu diikuti dengan “hidroksida”. Jika kation berupa logam yang memiliki lebih dari 1 bilangan oksidasi, maka tuliskan bilangan oksidasi setelah nama kation/logamnya.

Contoh penamaan senyawa basa
NaOH : natrium hidroksida (ion logam natrium Na+)
Ca(OH)2 : calsium hidroksida (ion logam calsium Ca2+)
Al(OH)3 : aluminium hidroksida (ion logam aluminium Al3+)
Fe(OH)2 : besi(II) hidroksida (ion logam besi Fe2+)
Fe(OH)3 : besi(III) hidroksida (ion logam besi Fe3+)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s