(Optika Fisis Bagian VII) Teleskop (Teropong)

Teleskop digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh sehingga tampak lebih dekat dan jelas.

L = f ob + f ok ® Teleskop bintang dan teleskop prisma
M = f ob / f ok
L = f ob + f ok + 4 fp ® Teleskop bumi

L = panjang teleskop
M = perbesaran teleskop
ob , f ok f p = fokus lensa objektif, okuler, pembalik

 

Contoh:

Sebuah mikroskop dengan jarak fokus lensa objektif 10 mm dan lensa okuler 4 cm. Sebuah benda ditempatkan 11 mm di depan lensa objektifnya. Jarak antara lensa objektif – okuler adalah 14 cm.
Hitunglah :
a. perbesaran linier
b. pembesaran anguler untuk mata normal berakomodasi maksimum.

Jawab:

Lensa objektif :

1/f ob = 1/s ob + 1/s’ ob ® 1/10 = 1/11 + 1/s’ ob

1/s’ ob = 1/10 – 1/11 ® s’ ob = 110 mm = 11 cm

d = s’ ob + s ok ® 14 = 11 + s ok = 3cm

Lensa okuler :

1/f ok = 1/s ok + 1/s’ ok ® 1/4 = 1/3 + 1/s’ ok

1/s’ ok = 1/4 – 1/3 ® s’ ok = 12 cm

Perbesaran linier:

M = | s’ ok/s ok | | s’ ob/s ob | = | 110/11 | | -12/3 |

Perbesaran anguler (berakomodasi rnaksimum):

Y = Mob [PP/f ok + 1] ® PP = 2S cm (mata normal)

Y = [ 110 ] [25/4 + 1] = 72.5 x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s